Materi 14 : Politik

 

  • Politik seharusnya menjadi cara yang tepat guna untuk menjalankan roda pemerintahan yang baik sehingga dapat membawa kebahagiaanbagi rakyatnya.
  • DasarPolitikdan Agama:

    Politik pada hakikatnya adalah pertarungan kekuasaan, dan hal yang paling pokok dari kekuasaan adalah kekerasan

    Sedangkan hal yang pokok dari agama adalah moralitas, kesucian, dan  keyakinan

  • Sikap Buddha:

    Buddha tidak berusaha mempengaruhi kekuatan politik untuk menyiarkan ajaran-Nya, tidak juga mengizinkan ajaran-Nya disalahgunakan untuk menguasai kekuatan politik

Selanjutnya dapat dilihat pada file : 14_Politik

Materi 12 : Masyarakat

 

 

  • Masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup dengan memiliki tujuan tertentu yang pada dasarnya ingin mencapai kebahagiaan.
  • Namun, kualitas batin manusia berbeda, maka pengertian kebahagiaan mereka juga berbeda.
  • Kebahagiaan manusia yang batinnya sudah maju adalah berbeda dengan kebahagiaan manusia yang batinnya belum maju.

Selanjutnya dapat dilihat pada file : 12_MASYARAKAT

 

Materi 8 : Moralitas

 

Pengertian:

  Kata “moral” berasaldaribahasa Latin, mos (jamakmores), sebenarnyamemilikiarti:

  • ajarantentangbaikburuk yang diterimaumummengenaiperbuatan, sikap, kewajiban; sinonimdenganakhlak, budipekerti, susila;
  • kondisi mental yang membuatorangtetapberani, bersemangat, bergairah, berdisiplin; isihati, ataukeadaanperasaansebagaimanaterungkapdalamperbuatan;
  • ajarankesusilaan yang dapatditarikdarisuatucerita

Selengkapnya dapat dilihat di 8_Moralitas

Materi 7 : TILAKKHANA DAN PATICCA SAMUPPADA

 

•Hukum Tilakkhana berarti hukum Tiga Corak Universal
Hukum Tilakkhana terdiri atas:
  • •Segala sesuatu yang terbentuk dan bersyarat adalah tidak kekal (sabbe sankhara anicca)
  • •Segala sesuatu yang terbentuk dan bersyarat adalah tidak memuaskan dan oleh karena itu tercengkeram oleh dukkha  (sabbe sankhara dukkha).
  • •Segala sesuatu adalah tanpa ‘diri’ tidak memiliki inti yang tetap atau pribadi yang kekal (sabbe dhamma anatta)

Selengkapnya dapat dilihat di 7_Tilakkhana Paticcasamuppada

Materi 6 : KARMA DAN PUNARBHAVA

KARMA DAN PUNARBHAVA

 

  • Kamma (Pali) atau Karma (Sansekerta) berarti   perbuatan.   Hukum Karma berarti hukum perbuatan
  • Jenis Karma: Karma baik (Kusala Kamma) dan Karma   buruk (Akusala Kamma)
  • Syarat Karma adalah kehendak atau niat (cetana).   Berkenaan dengan hal ini Buddha menyatakan di dalam   Kitab suci Anguttara Nikaya III.415 yaitu: “ O… para   Bhikkhu kehendak untuk berbuat (cetana) itulah yang Aku   namakan kamma. Setelah timbul kehendak seseorang   berbuat dengan pikiran, ucapan, atau jasmani”

Selengkapnya dapat dilihat di 6_Kamma_Punarbhava

Materi 5 : Hukum

 

  • Tujuan: untuk mencegah manusia melakukan hal-hal   yang melanggar nilai-nilai moral
  • Jenis: hukum negara, hukum adat, maupun   hukum   kebiasaan dalam kehidupan pergaulan berbangsa      dan bernegara, dll dan hukum alam yang bersifat   universal
  • Fungsi: melindungi orang-orang yang berkelakuan   baik; mengendalikan dan memperbaiki mereka yang   berkelakukan buruk, serta mencegah terjadinya   pelanggaran atau kejahatan secara efektif.
  •  Hukum yang baik, yang melindungi kebenaran dan   keadilan, memiliki dasar moral yang dapat diterima   secara universal dan mengandung unsur   pendidikan
  • Selengkapnya dapat dilihat di 5_Hukum Empat Kebenaran MuliaSe